Mengasuh dan Merawat Bayi - Bayi terlahir dengan 100 milyar neutron dalam otaknya, namun belum terhubung dengan sempurna. Untuk menghubungkan milyaran neutron tersebut, bayi perlu diberikan stimulus yang tepat baik dalam kemampuan berfikir, sosial-emosional, dan motorik. Aspek-aspek tersebut berkembang begitu pesat pada 3 tahun pertama usia si kecil. Jadikan 3 tahun pertamanya sebagai pengalaman yang seru, membahagiakan dan membantu si kecil berkembang secara optimal.
![]() |
| Illustrasi Gambar Bayi |
Berikut ini adalah Tahap-tahap Perkembangan Anak Bayi Mulai dari Usia 1 Bulan hingga 6 Bulan, beberapa gerakan sentuhan mulai di tunjukkan oleh sikecil.
1. Usia 1 Bulan
- Gerakan yang ditunjukkan masih gerak reflek seperti menggenggam jari atau benda apapun yang mengenai telapak tangannya.
- Jarak pandang focus mata baru 18 - 45 cm.
- Menangis tanpa air mata.
- Menangis menjadi bentuk komunikasi utama pada anak.
- Sudah bisa membedakan antara ayah dan ibu.
2. Usia Bayi 2 Bulan
- Bisa mengangkat kepala walaupun belum kuat dan seimbang
- Gerak reflek mulai berkurang.
- Cooing (mengoceh "aaa..", "ooo...") dan tertawa.
3. Bayi Usia 3 Bulan
- Bisa menggengam benda dengan ukuran sedang tetapi masih kesulitan memegang benda-benda ukuran kecil.
- Mulai bisa berguling-guling.
- Mulai bisa menirukan bunyi atau informasi suara orang dewasa.
4. Usia 4 Bulan
- Dapat memegang benda dengan hanya satu tangan dan dapat memindahkannya dengan tangan lain.
- Suka mengulang suatu perilaku karena senang atau tertarik dengan respon lingkungan sekitar.
![]() |
| Tahukah Anda? Tips Mengasuh dan Merawat Bayi |
5. Usia 5 Bulan
- Mulai mengenali bunyi-bunyi yang ada di sekitar.
- Mulai bisa menyesuaikan gerakan tubuh dengan ukuran jarak suatu benda.
Tahukah Anda: Bayi usia 5 bulan lebih merespon ketika dipanggil namanya dibanding ketika nama lain disebutkan.
6. Usia 6 Bulan
- Sudah bisa duduk dengan bantuan orang dewasa
- Mulai mencoba merangkak.
Itulah Tahap-tahap Perkembangan Anak Bayi Usia 0 - 6 Bulan, tentu bunda sudah mulai mengenali gerakan pada bayi masing-masing bukan? Silahkan sampaikan pengalaman Bunda di kolom komentar dibawah artikel ini.

